Jumat, 24 Januari 2014

Paus : Semoga Kita Tidak Lari dari Salib



Mintalah rahmat yang kalian butuhkan dalam upaya untuk tidak melarikan diri dari Salib. Ini adalah pesan Paus Fransiskus kepada umat beriman dalam Misa pada Sabtu pagi (28/9/2013) di kapel Domus Sanctae Marthae di Vatikan. Poin - poin pesannya mengikuti bacaan - bacaan harian yang difokuskan pada bagian Injil hari itu, di mana Yesus mengumumkan sengsara - Nya kepada murid - murid - Nya.

" Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Paus Fransiskus berkata bahwa kata - kata Yesus ini menawarkan hati para murid - Nya, yang menantikan sebuah perjalanan kemenangan. Kata - kata itu adalah kata - kata yang dicamkan oleh para murid - Nya sedemikian misteriusnya sehingga mereka tidak memahami maknanya.

Paus mengatakan, "Para murid takut untuk menanyakan tentang hal (arti perkataan) itu kepada - Nya." Bagi mereka, "lebih baik tidak membicarakan tentang hal itu," yang, "lebih baik tidak paham, daripada memahami kebenarannya," yang Yesus telah nyatakan : "Mereka takut akan Salib - mereka takut akan Salib. Petrus sendiri, setelah pengakuan yang sungguh - sungguh di daerah Kaisarea Filipi itu, ketika Yesus kembali mengatakan hal yang sama, mencela Tuhan : "Tidak, Tuhan! Tidak pernah! Bukan ini!" (kata Petrus). Dia takut akan Salib. Tidak hanya para murid - Nya, namun, tidak hanya Petrus : Yesus sendiri takut akan Salib! Dia tidak dapat menipu diri - Nya sendiri, Dia tahu. Begitu besar rasa takut Yesus sendiri yang, pada Kamis malam itu Dia sungguh berkeringat darah. Sedemikian besarnya rasa takut Yesus hingga Dia hampir - hampir mengatakan hal yang sama seperti Petrus - hampir : "Bapa, ambillah cawan ini dari Ku. Jadilah kehendak-Mu!" Inilah perbedaannya."

Salib itu menyebabkan rasa takut bahkan dalam karya evangelisasi, meski Paus Fransiskus amati, terdapat "aturan" di mana, "murid tidak lebih besari dari Guru. Ada aturan menurut yang mana tidak ada penebusan tanpa penumpahan darah," tidak ada karya kerasulan yang berbuah banyak tanpa Salib :

"Mungkin kita berpikir --- masing - masing orang dari kita dapat bertanya - tanya : 'Dan kepadaku, apa yang akan terjadi? Bagaimana akan jadinya Salibku? "Kita tidak tahu. Kita tidak tahu, tapi akan ada satu. Kita harus berdoa akan rahmat untuk tidak kabur dari Salib ketika ia datang: dengan rasa takut, eh! Itu benar. Itu menakutkan kita. Namun demikian, itulah jalan yang harus ditempuh dalam mengikuti Yesus. Kata - kata terakhir yang diucapkan Yesus kepada Petrus datang ke pikiran --- dalam pemahkotaan Kepausan di Teberias itu: 'Apakah engkau mengasihi - Ku? Damai! Apakah engkau mencintai - Ku? Damai!' ... tapi kata - kata terakhir - Nya adalah ini : 'Mereka akan membawa kamu ke mana kamu tidak ingin pergi! 'Janji dari Salib."

Paus Fransiskus mengakhiri dengan sebuah doa kepada Perawan Maria : "Yang paling dekat kepada Yesus, di kayu Salib, adalah ibu - Nya -- ibu - Nya yang terkasih. Mungkin hari ini, saat ini di mana kita berdoa kepadanya, baik adanya untuk meminta darinya bukan rahmat untuk menghapus rasa takut kita -- yang harus datang, rasa takut akan Salib ... melainkan rahmat yang kita butuhkan untuk tidak kabur lari dari Salib dalam rasa takut. Dia ada di sana dan dia tahu bagaimana untuk berada di dekat Salib."



Paus Fransiskus,
Domus Sanctae Marthae,
28 September 2013 (AR)

Diterjemahkan dari : www.news.va


Sumber : Newsletter Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya | Volume XV | Edisi 389 | Januari 2014










Sabtu, 04 Januari 2014

Tulang Rusukku

May 29, 2009 at 11:36AM

Ditulis oleh Andiko Trikasi (tarigle1@yahoo.com)
Tuesday, 25 July 2006


Hari telah larut dan aku masih terus gelisah. Sesekali aku menggerak - gerakkan kaki ke kanan dan ke kiri saat berbaring. "Kapan aku menikah? Kapan aku mendapatkan jodoh?", demikian teriakan otakku.

"Apakah ada yang salah denganku?"
"Apakah aku kurang berdoa atau mempercayai - Nya?"
"Apakah aku kurang berusaha mencari seorang pendamping?"
"Apakah Tuhan menghukumku karena kesalahanku?"
Aku membalikkan badan dengan gelisah, otak bekerja terus dan tak mau berhenti berpikir. Tujuan berumah tangga bukan ingin mengejar target tetapi karena Ia mengingini aku menikah. Memilih seorang wanita juga bukan hal yang susah tetapi memilih seorang yang akan dikasih dan dicintai seumur hiduplah yang sulit. Dengan mengasihi dan mencintainya, aku akan belajar menerima segala kekurangannya. Aku juga harus berjanji kepada - Nya untuk sehidup semati dengannya suatu saat nanti. "Mungkinkah?"

Pikiranku semakin banyak bergejolak.
"Bagaimana memberi istri dan anak makan?"
"Sanggupkah aku menyekolahkan anak - anak?"
"Sanggupkah aku menyediakan perumahan yang layak bagi mereka?"
"Sanggupkah aku tetap berdiri teguh dan tetap berjalan sesuai firman-Nya setelah menikah?"
"Sanggupkah setiap persoalan dapat kulalui?"
"Sanggupkah aku membantu saudaraku dan saudara istriku?"
"Sanggupkah .................. "

Sambil berdiri kembali aku merenung. Tidak semua pasangan dapat berjalan sesuai firman-Nya saat menikah. Ada yang meninggalkan-Nya disebabkan kebutuhan hidup mendesak. Ada yang harus melakukan tindakan di luar norma untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Justru orang yang berjalan di jalan - Nya yang dianggap aneh.

"Benarkah demikian?"
"Benarkah Engkau akan menopang kami?"

Kembali terduduk di tempat tidur sambil berpikir, "Biar aja Tuhan yang menentukan". Hati terasa tenang sesaat, kemudian muncul pertanyaan seperti air bah.
"Bagaimana bila kulitnya hitam, wajahnya jelek?"
"Bagaimana bila wajahnya cantik tetapi kelakuannya buruk?"
"Bagaimana seandainya ia cacat?"
"Bagaimana jika ia bukan wanita baik - baik?"
"Bagaimana jika setelah ia adalagi yang tercantik. Bisakah aku setia padanya?"
"Bagaimana jika ia tidak sayang keluargaku?"
"Bagaimana jika ia bukan wanita baik - baik?"
"Bagaimana jika ............. "

Semakin dipikirkan semakin rumit masalahnya, kepala serasa mau pecah. Di dalam keputusasaan, aku berlutut dan berdoa:

"Aku tidak berhak menentukan siapa tulang rusukku. Ampuni aku. Ampuni juga aku karena memilih apa yang kukehendaki dan bukan yang Kau kehendaki.

Karena hanya Engkau yang mengetahui siapa dia.
Seperti Engkau membawa Hawa kepada Adam, akupun ingin Engkau membawa tulang rusukku kepadaku.
Karena itu dengarlah permohonanku, Yesusku.

Tidak masalah apakah tulang rusukku cantik, jelek, cacat.
Sepanjang Engkau menanamkan keyakinan di dalam hatiku bahwa ia adalah yang tercantik bagiku saat bertemu dengannya.

Tidak masalah apakah kulitnya putih, hitam, merah atau apa saja.
Sepanjang Engkau menanamkan di hatiku bahwa dia adalah wanita yang paling kusayangi dan kucintai saat aku bertemu dengannya.
Dengan menyayangi dan mencintainya aku akan belajar menerima segala kekurangannya.
Kasih menutupi banyak kesalahan demikianlah firman - Mu.

Tidak masalah apakah ia baik, jahat bahkan paling kotor sekalipun.
 Sepanjang Engkau menanamkan di hatiku bahwa dialah wanita yang mengasihi - Mu saat aku bertemu dengannya.

Karena aku yakin Engkau tidak berbohong dan salah memilih.
Aku yakin dan percaya Engkau memberiku seorang penolong yang terbaik.
Bersama dia Engkau memberkati kami dan memberkati keturunan kami.
Engkau juga menjaga dan mencakupi kebutuhan kami.
Bersama dia kami akan menjalani masa - masa suka dan duka dan hanya kematian yang memisahkan kami karena itulah kehendak-Mu.

Terima kasih karena Engkau telah memilih tulang rusukku.
Terima kasih karena Engkau telah memilih yang terbaik buatku dari sekian banyak wanita ciptaan - Mu.

Dan satu lagi Allahku.......
Beri aku kepekaan untuk mengenal dan mengetahui, dialah tulang rusukku itu bila saatnya tiba.

Terima kasih Yesus yang baik.

Amin"


~ Andiko Trikasi ~

Kamis, 02 Januari 2014

Pendaftaran ABRSM (Associated Board of the Royal Schools of Music) Gemma Inventa dan Ketentuan - Ketentuan

September 3, 2012 at 12:15pm


I. SYARAT - SYARAT UMUM :

  1. Usia 18 - 25 tahun
  2. Beragama Katolik
  3. Memiliki semangat pelayanan pada Umat Allah dan bersedia menjadi bagian dari pelayanan Gemma Inventa
  4. Memiliki minat yang kuat terhadap musik dan perpaduansuaraan
  5. Tahap ini hanya tersedia bagi 15 orang calon peserta yang memenuhi syarat - syarat yang ditentukan panitia
II. SYARAT - SYARAT KHUSUS :

a. Syarat - syarat khusus mengikuti program preparasi ujian ABRSM Teori Grade 3 :
  1. Lolos seleksi tulis pada tanggal 29 September 2012
  2. Lolos seleksi aural pada tanggal 19 atau 26 September 2012
b. Syarat - syarat khusus mengikuti ujian ABRSM Teori Grade 3 :
  1. Hadir dan aktif minimal 80% dari 21x pertemuan program preparasi
  2. Hadir dan aktif minimal 80% dari 21x latihan rutin
  3. Hadir dan aktif dalam 6x tugas pelayanan bersama Gemma Inventa
  4. Lolos pra-ujian ABRSM Teori Grade 3 dengan sebutan setara dengan "PASS WITH DISTINCTION"
  5. Memenuhi syarat - syarat ABRSM
III. PELAKSANAAN PROGRAM PREPARASI
  1. Pelaksanaan program preparasi teori berupa kelas mentoring dan Forum Discussed Group (FDG) dilengkapi dengan tugas - tugas mandiri dan evaluasi berkala setara dengan evaluasi Grade 1 dan Grade 2
  2. Terdiri dari 21 kali pertemuan mentoring dan FDG seminggu sekali selama 60 menit setiap pertemuan
  3. Terdiri dari 21 kali latihan bersama Gemma Inventa seminggu sekali selama 90 menit setiap latihan
  4. Program dimulai 6 Oktober 2012 hingga 9 Maret 2013 dengan frekuensi masing - masing sebagai berikut :
                    Bulan / Tahun     Mentoring     Latihan
                    Oktober 2012           4x                  4x
                   November 2012        4x                  4x
                   Desember 2012         3x                  3x
                      Januari 2013           4x                  4x
                    Februari 2013           4x                  4x
                       Maret 2013            2x                  2x
     
     5. Waktu dan tempat pelaksanaan akan diberitahukan kemudian.

IV. PENDAFTARAN

1. Formulir dapat diperoleh di Sekretariat Program :

Cyrilla Ditha
d/a Jalan Gubeng Kertajaya VII D / 46 Surabaya
Telp: 031 7078 2820
atau online melalui :

(form harap diprint dan dikonfirmasikan ke panitia)

2. Batas akhir penyerahan formulir 14 September 2012 pk21:00WIB
3. Info lebih lanjut dapat menghubungi Danaro (0857 4562 9576) atau Cyrilla (031 7078 2820)


*Info UPDATE mengenai program ini dapat menghubungi Official Number Gemma Inventa di (0857.4562.9576). Tuhan memberkati!

Rabu, 01 Januari 2014

Cara - cara Mencapai Kerendahan Hati




Inilah 14 Cara untuk mencapai Kerendahan Hati dari Bunda Teresa :
  1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri.
  2. Uruslah persoalan - persoalan pribadi.
  3. Hindari rasa ingin tahu.
  4. Janganlah mencampuri urusan orang lain.
  5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
  6. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
  7. Terimalah hinaan dan caci maki.
  8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.
  9. Mengalah terhadap kehendak orang lain.
  10. Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya.
  11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah anda.
  12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
  13. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar.
  14. Pilihlah selalu yang tersulit.