May 29, 2009 at 11:36AM
Ditulis oleh Andiko Trikasi (tarigle1@yahoo.com)
Tuesday, 25 July 2006
Hari telah larut dan aku masih terus gelisah. Sesekali aku menggerak - gerakkan kaki ke kanan dan ke kiri saat berbaring. "Kapan aku menikah? Kapan aku mendapatkan jodoh?", demikian teriakan otakku.
"Apakah ada yang salah denganku?"
"Apakah aku kurang berdoa atau mempercayai - Nya?"
"Apakah aku kurang berusaha mencari seorang pendamping?"
"Apakah Tuhan menghukumku karena kesalahanku?"
Aku membalikkan badan dengan gelisah, otak bekerja terus dan tak mau berhenti berpikir. Tujuan berumah tangga bukan ingin mengejar target tetapi karena Ia mengingini aku menikah. Memilih seorang wanita juga bukan hal yang susah tetapi memilih seorang yang akan dikasih dan dicintai seumur hiduplah yang sulit. Dengan mengasihi dan mencintainya, aku akan belajar menerima segala kekurangannya. Aku juga harus berjanji kepada - Nya untuk sehidup semati dengannya suatu saat nanti. "Mungkinkah?"
Pikiranku semakin banyak bergejolak.
"Bagaimana memberi istri dan anak makan?"
"Sanggupkah aku menyekolahkan anak - anak?"
"Sanggupkah aku menyediakan perumahan yang layak bagi mereka?"
"Sanggupkah aku tetap berdiri teguh dan tetap berjalan sesuai firman-Nya setelah menikah?"
"Sanggupkah setiap persoalan dapat kulalui?"
"Sanggupkah aku membantu saudaraku dan saudara istriku?"
"Sanggupkah .................. "
Sambil berdiri kembali aku merenung. Tidak semua pasangan dapat berjalan sesuai firman-Nya saat menikah. Ada yang meninggalkan-Nya disebabkan kebutuhan hidup mendesak. Ada yang harus melakukan tindakan di luar norma untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Justru orang yang berjalan di jalan - Nya yang dianggap aneh.
"Benarkah demikian?"
"Benarkah Engkau akan menopang kami?"
Kembali terduduk di tempat tidur sambil berpikir, "Biar aja Tuhan yang menentukan". Hati terasa tenang sesaat, kemudian muncul pertanyaan seperti air bah.
"Bagaimana bila kulitnya hitam, wajahnya jelek?"
"Bagaimana bila wajahnya cantik tetapi kelakuannya buruk?"
"Bagaimana seandainya ia cacat?"
"Bagaimana jika ia bukan wanita baik - baik?"
"Bagaimana jika setelah ia adalagi yang tercantik. Bisakah aku setia padanya?"
"Bagaimana jika ia tidak sayang keluargaku?"
"Bagaimana jika ia bukan wanita baik - baik?"
"Bagaimana jika ............. "
Semakin dipikirkan semakin rumit masalahnya, kepala serasa mau pecah. Di dalam keputusasaan, aku berlutut dan berdoa:
"Aku tidak berhak menentukan siapa tulang rusukku. Ampuni aku. Ampuni juga aku karena memilih apa yang kukehendaki dan bukan yang Kau kehendaki.
Karena hanya Engkau yang mengetahui siapa dia.
Seperti Engkau membawa Hawa kepada Adam, akupun ingin Engkau membawa tulang rusukku kepadaku.
Karena itu dengarlah permohonanku, Yesusku.
Tidak masalah apakah tulang rusukku cantik, jelek, cacat.
Sepanjang Engkau menanamkan keyakinan di dalam hatiku bahwa ia adalah yang tercantik bagiku saat bertemu dengannya.
Tidak masalah apakah kulitnya putih, hitam, merah atau apa saja.
Sepanjang Engkau menanamkan di hatiku bahwa dia adalah wanita yang paling kusayangi dan kucintai saat aku bertemu dengannya.
Dengan menyayangi dan mencintainya aku akan belajar menerima segala kekurangannya.
Kasih menutupi banyak kesalahan demikianlah firman - Mu.
Tidak masalah apakah ia baik, jahat bahkan paling kotor sekalipun.
Sepanjang Engkau menanamkan di hatiku bahwa dialah wanita yang mengasihi - Mu saat aku bertemu dengannya.
Karena aku yakin Engkau tidak berbohong dan salah memilih.
Aku yakin dan percaya Engkau memberiku seorang penolong yang terbaik.
Bersama dia Engkau memberkati kami dan memberkati keturunan kami.
Engkau juga menjaga dan mencakupi kebutuhan kami.
Bersama dia kami akan menjalani masa - masa suka dan duka dan hanya kematian yang memisahkan kami karena itulah kehendak-Mu.
Terima kasih karena Engkau telah memilih tulang rusukku.
Terima kasih karena Engkau telah memilih yang terbaik buatku dari sekian banyak wanita ciptaan - Mu.
Dan satu lagi Allahku.......
Beri aku kepekaan untuk mengenal dan mengetahui, dialah tulang rusukku itu bila saatnya tiba.
Terima kasih Yesus yang baik.
Amin"
~ Andiko Trikasi ~

Blog Official GI pindah ke https://kmlgemmainventa.blogspot.com
BalasHapus